Tampilkan postingan dengan label Dias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dias. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2012



Peranan Sistem Informasi Manajemen
Dalam Pengembangan Perpustakaan Digital (Digital Library)
Oleh: Dias Prihutami D1810020

Sumber gambar: www.google.co.id

Pada saat ini akibat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, semua pemenuhan kebutuhan manusia harus cepat dan tepat pula. Banyak tuntutan dari berbagai pihak yang terkait dan saling membutuhkan. Begitu halnya dengan pemenuhan kebutuhan akan informasi, tidak ingin ketinggalan dan harus mengikuti perkembangan yang ada.

Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
Berbicara tentang pemenuhan kebutuhan informasi yang harus cepat dan tepat, maka untuk saat ini sedang gencar-gencarnya pembangunan perpustakaan digital (digital library). Sistem informasi manajemen di sini sangat penting untuk mengembangkan perpustakaan digital. Pengembangan perpustakaan digital agar sesuai dengan tujuan utamanya maka memerlukan informasi yang tersistem dan termanajemen. Hal ini untuk mempermudah pelaksanaan pengembangannya. Sistem informasi manajemen tentunya sangat berarti dan memiliki andil yang sangat besar dalam pengembangan perpustakaan manual ke perpustakaan digital. Karena jika kita perhatikan pengembangan perpustakaan manual ke perpustakaan digital ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Sistem informasi manajemen adalah pendekatan-pendekatan yang direncanakan dan disusun untuk memberikan bantuan piawai yang memudahkan proses manajerial kepada pimpinan. Suatu sistem informasi manajemen adalah suatu sistem formal mengenai hal melaporkan, menggolongkan, dan menyebarkan informasi kepada orang-orang yang tepat dalam suatu organisasi. Sistem informasi manajemen merupakan jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu organisasi dan disatukan apabila dipandang perlu, dengan maksud memberikan data kepada manajemen setiap waktu diperlukan, baik data yang bersifat intern maupun ekstern, untuk dasar pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Minggu, 17 Juni 2012


Pelayanan Prima Perpustakaan
Oleh: Dias Prihutami D1810020

Sumber gambar: www.google.co.id


               Perpustakaan yang tercermin sebagai tumpukkan buku sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat ini. Karena perpustakaan saat ini merupakan pusat informasi bukan hanya ruangan yang dipenuhi dengan jajaran rak-rak yang berisi buku-buku. Menurut F. Rahayuningsih (2007: 2) “tujuan dari perpustakaan yaitu mengumpulkan bahan pustaka secara terus menerus menghimpun sumber informasi yang relevan untuk dikoleksi”. Sedangkan fungsi perpustakaan sendiri yaitu memenuhi seluruh kebutuhan akan informasi yang diinginkan pengguna secara cepat, tepat, dan efisien.

            Keberadaan sebuah perpustakaan pada saat ini sangat penting tentunya. Mengapa? Karena pengumpulan, pengelolaan, dan penyebaran  informasi berpusat pada perpustakaan. Memang saat ini pun telah bermunculan berbagai macam media yang berjasa dalam pendistribusian atau penyebaran informasi, seperti internet, televisi, media masa dan sebagainya namun hal itu tidak menghalangi keberadaan perpustakaan sebagai pusat informasi.

Senin, 11 Juni 2012

Perpustakaan Dahulu, Sekarang, dan yang Akan Datang
Oleh: Dias Prihutami D1810020



Sumber gambar: www.google.co.id

Perpustakaan Dahulu
            Setiap orang ketika mendengar kata perpustakaan maka sudah pasti yang akan terlintas dalam benaknya adalah buku. Seperti itukah perpustakaan? Ya memang bayangan seperti itu tidak bisa disalahkan toh memang perpustakaan selalu berkaitan dengan buku. Perpustakaan dahulu dapat dikatakan perpustakaan tradisional. Koleksi dari perpustakaan tersebut hanyalah buku-buku, peta, atlas, dan semua koleksi non-digital. Semua koleksi ditata dalam rak. Sistem inventarisasi, pencatatan database dan sistem peng-input-an data masih dilakukan secara manual. Katalog disediakan secara manual pula yaitu dengan katalog kartu.

Sabtu, 02 Juni 2012

Kepemimpinan dalam Perpustakaan
Oleh: Dias Prihutami/D1810020






Hakekat Kepemimpinan
            Dalam setiap organisasi tentunya ada sebuah manajemen untuk mengatur keberjalanan suatu organisasi tersebut. Fungsi manajemen antara lain meliputi planning, organization, actuating, controlling, dan lainnya. Fungsi manajemen tidak akan berhasil tanpa adanya pemimpin. Begitu juga dengan organisasi sebuah perpustakaan sudah pasti membutuhkan seorang pemimpin perpustakaan.
            Menurut Anoraga (1992: 2) tentang kepemimpinan yaitu
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain. Keberhasilan seorang pemimpin tergantung kepada kemampuannya untuk mempengaruhi itu. Dengan kata lain kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, melalui komunikasi baik langsung maupun tidak langsung dengan maksud menggerakkan orang-orang tersebut agar dengan penuh pengertian, kesadaran, dan senang hati bersedia mengikuti kehendak-kehendak pemimpin itu. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang memiliki kemampuan tersebut.
Kepemimpian adalah sebuah proses dimana ia berperan vital dalam pencapaian tujuan dari suatu organisasi. Pemimpin dapat dikatakan sebagai tonggak keberhasilan suatu organisasi. Sehingga berhasil atau tidaknya sebuah organisasi bergantung pada bagaimana seorang pemimpin dalam mempengaruhi seluruh anggota yang terlibat dalam organisasi untuk menjalankan tugas masing-masing.

Minggu, 27 Mei 2012

Sumber gambar: www.google.ac.id
Indonesia yang menyedihkan…
Oleh: Dias Prihutami (D1810020)
Bagaimana Indonesia tidak menyedihkan, kondisi minat baca masyarakat Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Jauh tertinggal dari negara berkembang lainnya apalagi dengan negara maju, sungguh tertinggal jauh di belakang. Berdasarkan studi ilmiah lima tahunan yang dikeluarkan Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) pada tahun 2006, yang melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD), Indonesia menempati posisi 36 dari 40 negara yang dijadikan sampel penelitian. Sementara itu, berdasarkan penelitian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP untuk melek huruf  pada tahun 2002, Indonesia menempati posisi 110 dari 173 negara dan kemudian turun satu tingkat menjadi 111 ditahun 2009. Sedangkan berdasarkan data Center for Social Marketing (CSM)  perbandingan jumlah buku yang dibaca siswa SMA di 13 negara termasuk Indonesia sangat memprihatinkan. Di Amerika Serikat, jumlah buku yang wajib dibaca sebanyak 32 judul buku, Belanda 30 buku, Perancis 30 buku, Jepang 22 buku, Swiss 15 buku, Kanada 13 buku, Rusia 12 buku, Brunei Darussalam 7 buku, Singapura 6 buku, Thailand 5 buku, Indonesia 0 buku (http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/01/minat-baca-orang-indonesia-yang-menyedihkan/, 01-04-2011: 14.48.01 WIB).

Minggu, 13 Mei 2012

Sumber gambar: www.google.ac.id

RFID dan Penerapannya pada Perpustakaan


Sering kita mendengar RFID bahkan kita pun sering menyebutkannya namun sepertinya hanya beberapa orang saja yang paham apa itu RFID. Nah di sini akan membahas apa itu RFID berdasarkan sumber-sumber yang saya dapat.

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung (atau dalam jarak pendek). RFID dikembangkan sebagai pengganti atau penerus teknologi barcode. Implementasi RFID secara efektif digunakan pada lingkungan manufaktur atau industri dimana diperlukan akurasi dan kecepatan identifikasi objek dalam jumlah yang besar serta berada di area yang luas. RFID bekerja pada HF untuk aplikasi jarak dekat (proximity) dan bekerja pada UHF untuk aplikasi jarak jauh (vicinity).

Jumat, 11 Mei 2012

Sumber gambar: www.google.co.id


Oleh: Dias Prihutami (D1810020)

Apakah RDA itu?
RDA yaitu standar pengkatalogan bahan pustaka pada perpustakaan. RDA adalah sebuah standar baru untuk mendeskripsikan atau menyusun bahan pustaka yang dirancang untuk perpustakaan digital. RDA dibuat untuk menggantikan AACR (Anglo-American Cataloguing Rules) pada tahun 2009. RDA akan diterap di negara Australia, Selandia Baru, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat serta juga akan diadopsi Jerman dan Perancis. Bagaimana dengan Indonesia?

Senin, 30 April 2012


Akankah Search Engine Mampu Menggeser Keberadaan Pustakawan??

Search engine (mesin pencari) merupakan media atau alat pencari informasi yang dibuat oleh manusia dengan berbagai keunggulannya. Search engine disediakan dengan berbagai fasilitas yang memudahkan seseorang dalam mencari informasi yang diinginkannya dengan tampilan-tampilan yang lebih menarik pula. Tidak hanya kemudahan yang disediakan namun juga harga yang lebih murah dan tidak ada batasan ruang serta waktu.
Search engine atau mesin pencari informasi saat ini telah menjadi trend masyarakat sebagai media alat pencarian informasi. Mereka dengan sangat bangga menggunakan search engine tanpa memikirkan apakah informasi yang ia dapat benar-benar berkualitas atau tidak. Bagi masyarakat saat ini mungkin anggapan bahwa informasi yang ia peroleh dari mesin pencari merupakan informasi yang dapat dipercaya sudah menjadi kesepakatan bersama.

Rabu, 18 April 2012


Dampak Kemudahan Komunikasi dan Akses Informasi
Oleh: Dias Prihutami (D1810020)

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak atau pengaruh terhadap kehidupan manusia dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negatif tentunya. Dampak tersebut sering kita rasakan setiap hari namun terkadang masyarakat hanya mengabaikannya saja. Dan terkadang pula masyarakat tidak begitu memperhatikan perbedaan dampak positif atau dampak negatifnya sehingga sering tidak disadari oleh masyarakat bahwa telah terbawa arus teknologi secara berlebihan. Dampak positif dan dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akan penulis uraikan pada paragraf-paragraf di bawah ini.

Bidang Sosial Budaya
            Dampak positif dalam bidang sosial budaya yaitu kemudahan berkomunikasi antar individu maupun kelompok yang lebih efektif dan efisien. Hal ini mempermudah penyelesain suatu masalah dan mempercepat hubungan seseorang. Interaksi antar indvidu dan kelompok saat ini tidak terhalang oleh ruang dan waktu, sehingga seseorang akan lebih mudah untuk mengetahui setiap perkembangan baru dari belahan dunia manapun dengan biaya yang sangat murah. Selain itu, kemudahan dalam mendapatkan informasi dapat menumbuhkan inspirasi dan kreasi setiap individu. Dengan begitu akan terlahir semakin banyak budaya-budaya baru yang akan memperbaiki kualitas kehidupan manusia.
RESENSI FILM AGORA

Judul Film      : Agora (2009)
Jenis Film       : Drama/Sejarah/Romansa
Sutradara       : Alejandro Amenabar
Skenario         : Alejandro Amenabar dan Mateo Gil
Produksi         : Newmarket Films
Pemain           : Rachel Weisz, Max Minghella, Oscar Isaac, Ashraf Barhom, Michael Lonsdale, Rupert Evans, Homayoun, Ershadi
Durasi             : 127 Menit

Agora adalah sebuah film yang mengisahkan seorang filosofis wanita Mesir dari kota Alexandria, Hypatia. Hypatia yang hidupdi engah pergolakan politik dan keyakinan antara kaum Pagan dan Kristen pada saat itu. Namun ia tak memperdulikan semua itu. Karena kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan, ia terus saja mengembangkan penemuannya. Dikisahkan dalam film ini saat itu merupakan pergolakan antara kaum Pagan dengan Kristen, dimana kaum Kristen muak terhadap kaum Pagan yang dituding penyembah berhala. Kaum Pagan pun meremehkan kaum Kristen dan hal itu menjadikan kaum Pagan akhirnya hancur dikuasai kaum Kristen.