Senin, 14 Mei 2012

PERPUSTAKAAN: MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI DAERAH JEPARA

Oleh: Ervita Anggi Permata Sari (D1810032)



Minat baca masyarakat Indonesia yang relatif rendah merupakan masalah utama yang perlu untuk segera diselesaikan. Minat Baca seseorang dapat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi orang tersebut kepada suatu sumber bacaan tertentu (Sutarno NS, 2001). Minat baca sangat dituntut oleh semua pihak untuk dikembangkan. Seperti yang tercantum pada Tujuan Nasional yang terdapat dalam Pembukaan Undang-undang Dasar tahun 1945, yaitu Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, peranan perpustakaan sangat dibutuhkan sebagai lembaga non formal untuk menunjang tercapainya hal tersebut. Berdasarkan kajian yang berasal dari beberapa sumber , terdapat beberapa hal yang menjadi indikator rendahnya minat baca masyarakat di Indonesia, antara lain:

Minggu, 13 Mei 2012

Sumber gambar: www.google.ac.id

RFID dan Penerapannya pada Perpustakaan


Sering kita mendengar RFID bahkan kita pun sering menyebutkannya namun sepertinya hanya beberapa orang saja yang paham apa itu RFID. Nah di sini akan membahas apa itu RFID berdasarkan sumber-sumber yang saya dapat.

RFID (Radio Frequency Identification) adalah teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai objek secara simultan tanpa diperlukan kontak langsung (atau dalam jarak pendek). RFID dikembangkan sebagai pengganti atau penerus teknologi barcode. Implementasi RFID secara efektif digunakan pada lingkungan manufaktur atau industri dimana diperlukan akurasi dan kecepatan identifikasi objek dalam jumlah yang besar serta berada di area yang luas. RFID bekerja pada HF untuk aplikasi jarak dekat (proximity) dan bekerja pada UHF untuk aplikasi jarak jauh (vicinity).